Gunung Lawu, yang berdiri megah di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, dikenal memiliki karakteristik cuaca yang ekstrem, terutama saat musim kemarau di mana fenomena embun upas sering terjadi. Suhu yang bisa turun hingga di bawah titik beku menjadi tantangan serius bagi para pendaki. Menyadari risiko ini, siswa SMPN 1 Karanganyar yang tinggal di kaki gunung tersebut aktif membagikan edukasi mengenai ancaman frostbite. Kondisi ini merupakan cedera akibat paparan suhu dingin yang membekukan jaringan kulit dan jaringan di bawahnya, yang jika tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan kerusakan permanen.
Gejala awal dari radang dingin ini sering kali dimulai dengan rasa dingin yang menusuk diikuti oleh sensasi kesemutan atau mati rasa pada bagian ujung tubuh seperti jari tangan, jari kaki, hidung, dan telinga. Siswa di Karanganyar menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci. Jika kulit mulai terlihat pucat, terasa keras saat disentuh, atau kehilangan sensasi peraba, itu adalah tanda bahwa jaringan tubuh mulai membeku. Pada tahap ini, pendaki harus segera mengambil tindakan sebelum kondisi berkembang menjadi tahap yang lebih parah di mana kulit bisa berubah menjadi gelap atau melepuh.
Langkah cara pencegahan yang paling utama adalah dengan menerapkan sistem pakaian berlapis (layering system). Gunakan lapisan dasar yang mampu menyerap keringat, lapisan tengah sebagai isolator panas, dan lapisan luar yang tahan angin serta air. Pendaki sangat disarankan untuk selalu menjaga anggota tubuh tetap kering. Kaus kaki atau sarung tangan yang basah karena keringat atau embun harus segera diganti, karena kelembapan akan mempercepat proses perpindahan panas keluar dari tubuh secara konduksi. Di Gunung Lawu, penggunaan sepatu gunung yang memiliki ruang cukup untuk sirkulasi udara juga sangat penting agar aliran darah ke ujung jari tidak terhambat.
Jika seseorang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda membeku, prosedur tangani yang benar harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Pindahkan korban ke tempat yang lebih hangat dan terlindung dari angin. Jangan pernah menggosok-gosok bagian tubuh yang membeku dengan tangan atau salju, karena kristal es di dalam jaringan justru dapat merobek sel-sel kulit yang rapuh. Cara terbaik adalah dengan melakukan pemanasan pasif menggunakan suhu tubuh orang lain atau merendam bagian yang cedera dalam air hangat (bukan panas) dengan suhu sekitar 38-42 derajat Celsius. Lakukan proses ini secara perlahan hingga warna kulit kembali kemerahan dan sensasi rasa kembali muncul.