Penyediaan layanan konseling khusus di sekolah menjadi bukti bahwa institusi pendidikan tidak hanya fokus pada nilai akademik, melainkan juga peduli pada perilaku dan kesehatan fisik siswa. Banyak remaja yang terjebak dalam kebiasaan buruk ini sebenarnya memiliki keinginan untuk berhenti, namun mereka tidak tahu harus memulai dari mana atau merasa takut dihakimi oleh lingkungan sekitar. Melalui fasilitas yang disediakan di SMPN 1 Karanganyar, siswa diberikan ruang aman untuk berkonsultasi mengenai hambatan psikologis dan fisik yang mereka hadapi saat mencoba menjauhi rokok. Konselor sekolah terlatih menggunakan metode wawancara motivasi untuk memperkuat tekad siswa dalam memilih gaya hidup yang lebih bersih dan produktif.
Program untuk membantu siswa berhenti merokok ini melibatkan kerja sama erat dengan tenaga medis dari pusat kesehatan masyarakat setempat. Edukasi yang diberikan tidak hanya berupa larangan, tetapi juga penjelasan mendalam mengenai efek nikotin terhadap perkembangan otak remaja yang masih dalam tahap pertumbuhan. Siswa diajarkan bahwa kecanduan adalah sebuah kondisi medis yang memerlukan penanganan sistematis, bukan sekadar masalah kenakalan remaja biasa. Dengan jargon semangat bahwa SMPN 1 Karanganyar Bisa!, sekolah berupaya membangun rasa percaya diri siswa bahwa perubahan positif adalah hal yang sangat mungkin dicapai dengan dukungan lingkungan yang tepat dan tidak menghakimi.
Keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada transparansi dan kepercayaan antara siswa dan pihak sekolah. Layanan ini bersifat rahasia agar siswa merasa nyaman untuk berbicara jujur mengenai frekuensi dan alasan mereka mulai merokok. Selain itu, sekolah juga menggalakkan kegiatan ekstrakurikuler yang positif sebagai pengalih perhatian dan penyalur energi, seperti olahraga, seni, atau organisasi kepemimpinan. Ketika seorang siswa memiliki kesibukan yang membanggakan, keinginan untuk merusak tubuh melalui merokok akan perlahan menghilang digantikan oleh semangat untuk berprestasi. Inilah esensi dari pendidikan karakter yang sebenarnya, yaitu membangun individu yang memiliki kendali penuh atas kualitas hidupnya sendiri.
Dukungan dari orang tua juga menjadi pilar utama dalam menyukseskan gerakan sekolah bebas asap rokok ini. Pihak sekolah secara rutin mengadakan pertemuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai cara mendeteksi dini penggunaan tembakau pada anak dan bagaimana memberikan dukungan di rumah tanpa harus melakukan tindakan represif yang justru menjauhkan hubungan emosional. Sinergi antara rumah dan sekolah menciptakan benteng perlindungan yang kuat bagi masa depan siswa. Karanganyar sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesehatan masyarakat sangat mendukung langkah sekolah dalam mencetak generasi emas yang sehat tanpa ketergantungan pada zat berbahaya.