Masa remaja adalah fase di mana pencarian jati diri sering kali bersinggungan dengan kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Di lingkungan sekolah yang dinamis seperti SMPN 1 Karanganyar, fenomena ini menjadi perhatian serius bagi para pendidik. Rasa tidak percaya diri atau yang lebih dikenal dengan istilah insecure sering kali muncul ketika seorang siswa melihat pencapaian akademik maupun non-akademik temannya yang dianggap lebih unggul. Untuk itu, sekolah merancang berbagai pendekatan khusus guna membantu siswa dalam mengatasi perasaan insecure agar mereka dapat fokus pada pertumbuhan pribadi masing-masing tanpa harus merasa terancam oleh keberhasilan orang lain.
Penyebab utama munculnya rasa tidak aman ini biasanya berakar dari standar kesuksesan yang terlalu sempit. Banyak siswa merasa bahwa jika mereka tidak mendapatkan peringkat pertama atau memenangkan perlombaan, maka mereka dianggap gagal. Di SMPN 1 Karanganyar, edukasi mengenai kesehatan mental menekankan bahwa setiap individu memiliki garis waktu atau timeline kesuksesan yang berbeda. Langkah awal untuk mengatasi perasaan insecure adalah dengan menyadari bahwa prestasi orang lain bukanlah ancaman, melainkan bukti bahwa sesuatu yang besar dapat dicapai. Sekolah mengajarkan siswa untuk mengubah rasa iri menjadi inspirasi, sebuah pergeseran pola pikir yang membutuhkan latihan dan pendampingan yang konsisten.
Salah satu metode praktis yang diterapkan di SMPN 1 Karanganyar adalah melalui program “Buku Progres Pribadi”. Dalam buku ini, siswa diajak untuk mencatat pencapaian-pencapaian kecil yang mereka raih setiap harinya, sekecil apa pun itu. Dengan fokus pada kemajuan diri sendiri dibandingkan hari kemarin, upaya mengatasi perasaan insecure menjadi lebih terarah. Siswa mulai menyadari bahwa kompetisi yang sesungguhnya bukanlah melawan teman sekelas, melainkan melawan rasa malas dan keraguan dalam diri sendiri. Budaya ini perlahan mengikis kebiasaan membandingkan hasil akhir dan menggantinya dengan apresiasi terhadap proses belajar yang unik bagi setiap anak.